Ruhut “Bukan Urusan Wakil Ketua DPR. Apa-Apaan Fadli Ngurusin Sumber Waras, Komisi III Juga Bukan Mitra BPK”

1191
loading...

Juru Bicara Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul, mengkritik keras langkah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon yang sudah terlalu jauh ikut campur urusan Sumer Waras, sampai harus menyelidiki langsung kasus dugaan korupsi dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang sebenarya adalah bukan tugasnya.

Menurut Ruhut masalah ini sudah sangat politis dan sudah dibumbui kepentingan pribadi antara Fadli dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ruhut menyindir Fadli yang beberapa waktu meninjau lahan RS Sumber Waras. “Itu bukan urusan Wakil Ketua DPR. Apa-apaan Fadli ngurusin Sumber Waras.”

“Fadli Zon dan Gerindra-nya sudah dendam kesumat sama Ahok. Saya sudah ingatkan, janganlah dendam kalian kepada mantan kader menggunakan lembaga,” kata Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, (20/04/2016)

Bukan hanya itu, Ruhut bahkan juga mengkritik langkah rekan-rekannya anggota Panitia Kerja Penegakan Hukum Komisi Hukum DPR yang Selasa kemarin juga ikut mencampuri urusan masalah Sumber Waras dengan mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan untuk ikut menyelidiki kasus tersebut.

“Komisi III itu bukan mitra BPK, kenapa enggak ke KPK? Aku mau menuntut, ini enggak jelas,” ujar Ruhut.

loading...

Sebelumnya, Fadli meminta Komisi Hukum proaktif dalam perkara Sumber Waras, bahkan berencana membentuk panitia khusus. “Iya, seharusnya begitu,” tuturnya saat ditemui di Crowne Plaza, Jakarta, Senin lalu. tentang kedatangannya ke Sumber Waras, Fadli beralasan, inspeksi mendadak itu berkaitan erat dengan tugasnya sebagai pemimpin DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan.

Menurut Fadli status Sumber Waras sudah terlalu lama diputuskan, padahal menurut dia indikasinya sudah jelas. “Ada cek tunai yang tidak lazim dalam transaksi. Status pembeliannya tidak clean and clear. Jadi kerugian ini nyata dan jelas,” ucapnya.

Pernyataan Fadli tentang lokasi dan cara pembayaran sebenarnya sudah dibantah oleh Dirut Sumber Waras dengan bukti-bukti dokumen. Dirut Sumber Waras dalam konferensi pers nya memperlihatkan bukti PBB dan Sertifikat lahan sumber waras yang menyatakan lokasi lahan berada di Jalan Kiai Tapa bukan Tomang Raya, serta bukti pembayaran pembelian lahan yang dilakukan melalui transfer Bank. Tapi entah kenapa dia masih bersikeras dengan pendapatnya itu.

loading...
SHARE