Ahok: Coba Tanya Para Pembela Luar Batang, Apa Solusi Atasi Banjir ROB Jika Menimpa Luar Batang?

619
loading...

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyinggung aktivis, bakal calon gubernur, dan anggota dewan yang mengecam penertiban kawasan Pasar Ikan, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Air laut pasang menyebabkan tanggul Muara Angke jebol. Lokasinya tak jauh dari pintu masuk Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Jebolnya tanggul menyebabkan banjir rob hingga Senin (6/6/2016).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendak membangun tanggul di bibir pantai di sepanjang kawasan Pasar Ikan. Pembangunan itu, bagian dari proyek tanggul laut raksasa atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Bagian fase A NCICD, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun tanggul sepanjang 32 kilometer di bibir pantai Ibu Kota. Ke depan tanggul tersebut akan diperpanjang.

Pembangunan tanggul fase A akan mengikuti lekuk-lekuk setiap muara sungai sehingga total panjang tangul yang mesti dibangun adalah 95 kilometer. Ahok mengatakan, fungsi pembangunan tanggul itu untuk mencegah banjir rob.

Karenanya, dia menyayangkan sempat ada pihak yang menentang penertiban hunian yang mendirikan bangunan di atas tanggul. Pihak-pihak itu, kata Ahok, beberapa pengamat, pengacara, anggota DPRD DKI Jakarta, dan bakal calon gubernur DKI yang mencari simpati warga, tapi tidak memiliki solusi mengatasi banjir rob di Jakarta.

loading...

“Tapi kan ada pengamat yang hebat lah, anggota dewan yang hebat, pengacara hebat, calon gubernur hebat, bilang tidak boleh.”

“Coba sekarang tanya sama mereka komentarnya. Kalau air laut masuk pakai apa? Doa? Jampi-jampi? Tabur bunga? Orang jelas Jakarta sekarang lebih tenggelam kok,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2016).

Ahok menegaskan pembongkaran di Pasar Ikan dalam rangka meninggikan tanggul demi mencegah banjir rob.

“Kita mesti bikin 3,8 meter. Jadi yang kita bongkar itu bukan Masjid Luar Batang, bukan Kampung Luar Batang, tapi orang-orang yang menduduki tanggul sebetulnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasang laut berpotensi memicu banjir rob yang terus akan menggenangi pesisir Jakarta. Tanggul belum memadai untuk melindungi kawasan di bibir utara Jakarta. Proyek revitalisasi tanggul laut sepanjang 95 kilometer baru terbangun 1,8 kilometer.

Tanggul saat ini diyakini tidak akan mampu menahan gelombang pasang yang bisa mencapai tinggi 2,5 meter. Berselang sehari setelah jebolnya satu bagian tanggul di Pantai Mutiara, Penjaringan, kejadian sama terjadi di Muara Angke, Sabtu (4/6/2016) malam.

Air pasang yang tinggi merendam empat RT di RW 11 dan sejumlah jalan utama di kompleks pelabuhan terbesar di Jakarta itu. Akibat tingginya air pasang, pagar pembatas pelabuhan sepanjang 20 meter ambruk. Air setinggi 1 meter masuk dan menggenangi permukiman padat tersebut hingga Minggu.

”Ratusan keluarga terdampak, tetapi hanya sebagian yang rumahnya kemasukan air,” kata Ketua RW 11 Muara Angke, Pluit, Khafidin, seperti dikutip dari Harian Kompas.

 

loading...
SHARE