2 Mahasiswa Indonesia Ditangkap Di Turki Terkait Gulen

131
loading...

Kementerian Luar Negeri sudah meminta klarifikasi kepada Pemerintah Turki atas penangkapan dua mahasiswi di rumah tinggalnya di kota Bursa, Turki, pada 11 Agustus 2016. Kedua mahasiswi itu berinisial DP asal Demak dan YU asal Aceh.

“Pada tanggal 15 Aguatus lalu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara menyampaikan nota kepada Kemlu Turki yang meminta klarifikasi dasar penangkapan tersebut,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI), Lalu Muhammad Iqbal, lewat pernyataannya di Jakarta, Jumat (19/8).

Menurut Iqbal, diperoleh penjelasan, bahwa kedua mahasiswi itu semula tidak termasuk dalam target penangkapan. Namun, saat aparat keamaman melakukan penangkapan di salah satu rumah yang dikelola Yayasan Gulen, kedua mahasiswi itu berada di rumah tersebut dan mengakui mereka tinggal di situ.

“Hingga saat ini belum diperoleh pemberitahuan resmi mengenai tuduhan yang dijatuhkan kepada kedua mahasiswi tersebut,” kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan KBRI Ankara juga telah melakukan sejumlah upaya untuk melindungi keduanya. Pada 12 Agustus 2016, staf KBRI Ankara telah mendatangi kepolisian Bursa untuk meminta akses kekonsuleran. Selanjutnya, tanggal 15 Agustus 2016, KBRI menyampaikan nota kepada Kemlu Turki yang meminta klarifikasi dasar penangkapan tersebut.

loading...

“Kemudian pada 16 Agustus 2016, KBRI Ankara mendatangi Pengadilan Bursa untuk bertemu dengan jaksa penuntut. Ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jika nantinya kasus ini masuk ke pengadilan. KBRI sudah memastikan bahwa kedua mahasiswa didampingi pengacara,” ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan KBRI Ankara juga telah menghubungi kedua keluarga mahasiswa setelah mengetahui adanya penangkapan. “Kami menyampaikan kejadian itu kepada keluarga,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Turki saat ini aktif menangkap orang-orang yang terkait unsur ulama Turki yang berada di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen, pasca kudeta militer yang gagal. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Gulen sebagai penggerak kudeta di negaranya. (Sumber: BeritaSatu.com)

loading...
SHARE