Ikut Tax Amnesty, Aburizal Bakrie: Tentu Yang Paling Hebat Presidennya

805
loading...

Pemilik Group Bakrie, Aburizal Bakrie, hari ini mendaftar ikut program pengampunan pajak atau tax amnesty. Aburizal melakukan deklarasi dan juga repatriasi sebagai wajib pajak orang pribadi.

Aburizal berharap, partisipasinya dalam tax amnesty dapat berkontribusi bagi pembangunan negara, khususnya reformasi data perpajakan.

“Sebagai warga negara yang baik kita harus mendukung ini. Dan memberikan contoh bagi yang belum ikut tax amnesty, ikut deh daripada nanti susah ke depan. Apakah ikut Desember atau Maret. Mudah-mudahan ada gunanya bagi pemerintah dan bangsa ini,” ujar Aburizal, saat menerima Surat Keterangan Pengampunan Pajak di ruangan Direktur Jenderal Pajak, lantai 5 Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

“Saya kira tax amnesty dipakai bukan hanya untuk uang tebusan, tapi untuk tax base ke depan berapa banyak. Harapan saya basis data pajak bisa mencapai 15%, dari 11%. Dan saya yakin Indonesia jauh lebih baik dengan adanya tax amnesty,” harapnya.

Namun demikian, ia mengaku selama ini ia tidak memiliki banyak harta di luar negeri. Politisi Golkar ini berujar, perusahaan-perusahaannya hanya berada di dalam negeri.

loading...

“Kalau saya dari luar negeri hampir nggak ada, sedikit. Karena saya nggak pernah tinggal di luar negeri,” tambahnya.

Ia kemudian mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kementerian Keuangan, dan DPR yang telah mencanangkan program tax amnesty. Aburizal mengaku salut akan kerja keras yang telah dilakukan pemerintah, hingga melakukan sosialisasi ke daerah.

“Pokoknya yang paling hebat sekarang ini sosialisasinya luar biasa sampai desa-desa. Ini yang mesti dapat bintangnya Dirjen Pajak. Tapi tentunya yang paling hebat Presidennya. Berani melakukan tax amnesty ini. Dan juga teman-teman DPR,” tutur dia.

Aburizal mengatakan, proses administrasi yang panjang membuat dirinya baru berkesempatan melakukan tax amnesty di satu hari jelang berakhirnya periode pertama.

“Kalau orang punya administrasi yang panjang memang dibutuhkkan waktu untuk menyusun yang baik. Saya kira semua akan begitu. Mudah-mudahan yang belum keburu masuk ke tahap ke dua,” pungkasnya. (Detik.com/wdl/wdl)

loading...
SHARE