Ingin Seluruh Wilayah Indonesia Terjangkau Internet, Jokowi Kawal Langsung Proyek “Palapa Ring”

496
loading...

Presiden Joko Widodo meminta agar proyek Palapa Ring serius dikerjakan dan cepat diselesaikan. Tujuannya agar perkembangan digital bisa menyentuh ke pelosok Tanah Air.

Jokowi mengatakan, proyek pembangunan jaringan serat optik ke seluruh daerah Indonesia ini diharapkan bisa membuat Indonesia tak tetinggal dalam persaingan teknologi digital dengan dengan negara lain. Dengan adanya proyek ini, maka Indonesia bisa memasarkan produk aslinya bersaing dengan negara lain.

“Kita harus punya marketplace asli Indonesia, tapi yang besar. Brand dan principal Indonesia, tapi yang gede, yang bisa meloncat ke negara lain. Kalau tidak disiapkan ini, benar, saya enggak bisa membayangkan. Karena besar sekali negara kita ini 17.000 pulau.

Bayangkan kalau enggak ada serap optik, ini yang menjangkau semua pulau, baik untuk telekomunikasi, baik untuk e-commerce, semuanya sangat diperlukan,” kata Jokowi dalam sambutannya saat penandatanganan kerjasama Proyek Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).

Begitu proyek ini siap, lanjut Jokowi, maka semua kebutuhan mendasar untuk marketplace Indonesia juga harus siap.

loading...

“Industri-industri kecil, produk-produk di desa, produk di pulau-pulau terpencil, produk petani, produk nelayan, itu bisa disatukan. Inilah nanti yang mempersatukan kita, konektivitas itu bukan hanya tol laut, konektivitas itu bukan hanya pelabuhan, jalan tol, bukan itu saja, tol informasi ini sangat diperlukan juga untuk jangkauan ke depan,” ujar Jokowi.

Untuk itu, dia mendorong menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menko Perekonomian Darmin Nasution mempercepat penyelesaian proyek ini. Dia menargetkan proyek pembangun serat optik ini selesai pada 2019.

“Inilah persiapan yang selalu terus saya dorong agar cepat, agar cepat, agar cepat. Enggak bisa tidak, harus. Betapa sangat mudahnya antara petani dan konsumen kalau dihubungkan dengan e-dagang. Dengan aplikasi software yang bisa menyambungkan itu, sekarang juga kita nikmati beberapa kota-kota besar.

Kita pesan martabak saja langsung datang ke rumah. Kita pesan sate kambing yang di warung saja bisa sampai di rumah tanpa kita berjalan. Bayangkan kalau itu produk petani, produk nelayan, di kampung, di desa, bisa dilakukan dengan cara-cara yang sangat cepat. Ini cepat-cepatan,” kata Jokowi.

“Kalau kita enggk cepat, ditubruk dari luar, saya pastikan itu. Kita sudah tahu beberapa perusahaan sudah diambil alih, bukan diambil tapi dibeli oleh raksasa-raksasa e-commerce luar. Enggak usah saya sebutkan namanya. Sehingga dua hari yang lalu saya sampaikan ke Menteri BUMN, swastanya silakan bergerak tapi saya minta BUMN juga ikut mengejar ini.

Ada Kantor Pos sekarang, PT Pos untuk menjadi logistic platform kita, tapi cepat bangunnya. Karena jaringan PT Pos sudah sampai ke pelosok kecamatan, pelosok desa, sampai ini segera kita gunakan tapi dengan platform yang sangat modern,” tambah Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar pihak swasta turut berperan dalm pembangunan ini.

“Kemarin saya juga perintahkan, saya membayangkan mungkin 15 sampai 20 tahun yang akan datang mal-mal kita ini akan tergerus, negara lain sudah mulai hilang 30%, orang sudah enggak mau ke mal lagi. Hati-hati, kita masih punya mal, toko, pasar. Ini harus dibuat peta jalannya, roadmap ke depan mereka ini mau dibawa ke mana. Harus disiapkan dari sekarang, visi ke depan harus kita lihat dari sekarang ini. Jangan terkaget-kaget begitu ini masuk, kita enggak siap,” kata Jokowi.

Untuk diketahui, Palapa Ring adalah proyek pemerintah yang ingin menghubungkan seluruh wilayah Indonesia lewat jalur komunikasi. Intinya adalah pemerintah ingin seluruh wilayah di Indonesia tertutupi seluruhnya oleh jalur komunikasi internet.

Palapa Ring sendiri terdiri dari paket barat, timur dan tengah. Tiap-tiap paket mewakili sebagian wilayah Indonesia yang dicakupnya, yaitu 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel daratan sejauh 21.807 kilometer. (Detik.com/yud/yud)

loading...
SHARE