Pukulan Telak Jokowi Untuk Para Kaum Yang Anti Pemimpin Non Muslim

34193
loading...

Hari ini ada sekelompok ormas yang dimotori oleh Front Pembela Islam berdemo menuntut Kepolisian untuk segera menangkap dan memenjarakan petahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait dugaan penistaan agama.

Namun dihari yang sama, kita sama-sama menyaksikan di layar TV satu peristiwa yang tak kalah pentinya, yaitu acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri ESDM yang baru oleh Presiden Joko Widodo di istana negara.

Jokowi melantik mantan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan sebagai Menteri ESDM yang baru bersama Archandra Tahar sebagai wakil Mentei ESDM.

Hal yang menarik disini adalah, saat orang disibukkan dengan isu dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok terkait surah Al’Maidah ayat 51 tentang pemimpin non-muslim, Jokowi malah melantik Ignatius Jonan bertepatan dengan unjuk rasa yang di motori oleh FPI. Dari namanya saja, semua orang pasti tahu, bahwa pak menteri ESDM ini adalah seorang non muslim. Jonan beragama Katolik.

Jokowi seolah-olah ingin menyampaikan pesan penting terkait pelantikan Jonan sebagai Menteri ESDM. Jokowi ingin bangsa ini tidak lagi diributkan oleh isu boleh tidaknya non-muslim menjadi pemimpin yang mengacu pada Al Maidah ayat 51.

loading...

Beberapa pengamat mensinyalir, langkah Jokowi ini adalah untuk meredam isu demo besar-besaran FPI di beberapa daerah yang digelar serenak hari ini.

Sangat disayangkan, bahwa MUI sebagai lembaga yang harusnya menentramkan umat malah justru menyulut api kemarahan umat islam. Terjadinya demo besar-besaran ini tak lepas dari peran penting MUI yang secara jelas ikut memperkeruh suasana. Salah satunya adalah pernyataan keras Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain pada acara ILC di sebuah stasiun televisi swasta.

Dalam acara tersebut Tengku Zulkarnain mengatakan “Ahok ini kalau di dalam Islam harus dibunuh, dipotong kaki tangannya atau minimal diusir dari negara ini.”

loading...
SHARE