Ada Tax Amnesty, Ekonomi RI Kuat Hadapi Trump Effect

30
loading...

Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS yang baru menggantikan Barack Obama. Perekonomian Indonesia dinilai siap untuk menghadapi gejolak pasar dunia karena ditopang tax amnesty.

Pengamat ekonomi sekaligus Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis Sampoerna University, Wahyoe Soedarmono menyebut, saat Trump terpilih menjadi Presiden AS membuat sentimen negatif di pasar keuangan Indonesia, dana investor di pasar modal keluar dan rupiah terdepresiasi. Namun, dampak tersebut masih lebih baik dibanding negara lain.

“Setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, modal asing yang keluar dari Indonesia dalam tempo sepekan di pertengahan November 2016 mencapai Rp 16 triliun. Rupiah juga turut terdepresiasi,” kata Wahyoe, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (5/12/2016).

“Efek pelarian modal di Indonesia relatif lebih kecil dibandingkan Thailand, India, Taiwan, maupun Korea Selatan,” imbuhnya.

Hal tersebut, menurut Wahyoe, karena efek penerimaan pajak dari program tax amnesty, di mana komitmen dana repatriasi masuk ke Indonesia hingga akhir tahun ini akan mencapai Rp 143 triliun.

loading...

“Tekanan di Indonesia dapat dimoderasi oleh meningkatnya pendapatan negara dari program amnesti pajak, dengan deklarasi uang tebusan telah mencapai Rp 98,7 triliun, dan dana repatriasi (komitmen) sebesar Rp 143 triliun akan masuk ke Indonesia sampai akhir 2016,” kata Wahyoe.

Atas dasar itu, menurutnya, posisi Indonesia telah siap menghadapi gejolak pasar dunia dalam jangka pendek. Prediksi tersebut diperkirakan hingga tahun 2017.

“Secara umum, posisi Indonesia relatif siap untuk menghadapi gejolak pasar jangka pendek setidaknya hingga tahun 2017,” imbuhnya. (drk/drk)

loading...
SHARE