Jokowi: Pekerja China Di Indonesia Berjumlah 21.000, Jangan Ditambahin Nolnya

156
loading...

Presiden Joko Widodo menegaskan mendorong setiap Kementerian untuk membuka seluas-luasnya investasi bagi negara lain guna terciptanya lapangan pekerjaan. Namun, hal ini, kata dia, bukan berarti dijadikan isu untuk membuat kabar burung bahwa Indonesia telah diserbu pekerja China sampai puluhan juta masuk ke Indonesia.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-mu”Banyak yang bersuara Tiongkok yang masuk ke Indonesia 10 juta, 20 juta juga itu yang ngitung kapan? Itungan kita 21 ribu. Sangat kecil sekali. Jangan ditambahi nol terlalu banyak,” kata Jokowi dalam sambutannya di acara Deklarasi Pemagangan Nasional menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12).

Jokowi mengatakan, di Malaysia, Tenaga Kerja Indonesia berjumlah sebanyak 2 juta orang. Sementara, di Hongkong berjumlah 153 ribu orang. Namun, kedua negara tersebut tak pernah meributkan kedatangan tenaga kerja yang datang dari negara lain. “Negara mereka welcome, biasa saja,” ujarnya.

Jokowi menambahkan, tak mungkin pula Indonesia dimasuki tenaga kerja dari China , Amerika sampai Eropa bekerja di Indonesia. Sebab, kata dia, mana mungkin mereka ingin digaji kecil di Indonesia.

“Karena gaji mereka lebih gede dari kita. Masa Rp 10 juta” katanya.

loading...

Jokowi mengatakan rumor yang menyebut 10 juta tenaga kerja asing masuk Indonesia dianggapnya salah sasaran. Sebab, 10 juta merupakan target dari pemerintah untuk dapat mendatangkan turis ke Indonesia.

“10 Juta turis yang diharapkan masuk dari Tiongkok ke Indonesia. Amerika paling gede sekarang, nomor dua Uni Eropa. Ini urusan turis, bukan urusan tenaga kerja. Mana mau mereka ke sini dengan gaji yang lebih kecil. Jangan sampe rumor berkembang dimana-mana,” ujarnya.

 

 

Sumber

loading...
SHARE