Tanggapi Ucapan Novel, Warga Pulau Pramuka: Tidak Ada Ucapan Ahok Yang Menista Agama

681
loading...

Terkait dengan ucapan Novel Bamukmin saat persidangan dugaan penistaan agama Calon Gubernur DKI Jakarta Basuk Tjahaja Purnama atau Ahok, yang mengatakan bahwa warga pulau Pramuka “islamnya lain”, awam dan kurang beriman telah membuat warga pulau Pramuka tersinggung.

Warga sangat keberatan mendengar ucapan Petinggi Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta tersebut, Salah seorang penjual nasi, Saadah (47), menyatakan, warga Pulau Pramuka adalah penganut Islam taat. Ia menyebut di Pulau Pramuka hanya ada satu keluarga yang beragama bukan Islam.

“Habib apa sih namanya? Novel ya. Dia kata di pulau seribu Islamnya bukan Islam. Di Pulau Seribu cuma dua orang yang agamanya Kristen. Orang pendatang,” kata Saadah kepada Kompas.com, Minggu (8/1/2017).

Menurut warga lainnya, Tarni (45), meski mayoritas beragama Islam, warga Pulau Pramuka yang bukan beragama Islam tetap merasa nyaman tinggal di pulau tersebut.

Saking nyamannya, ia menyebut ada sebuah keluarga non-muslim yang seluruh anak-anaknya kemudian menjadi mualaf karena terbiasa berinteraksi dengan warga Pulau Pramuka.

loading...

“Anak-anaknya enggak ada satupun yang kristen. Orang tuanya aja yang enggak,” ujar Tarni.

Ketua Masjid Jami Al Makmuriah, Faturrahman (70), menjelaskan bahwa cukup banyak orang non-muslim yang menetap di Pulau Pramuka kemudian menjadi mualaf tanpa paksaan.

“Teman saya juga ada yang masuk Islam. Kepala sekolah SMP dulu. Masuk Islam sekeluarga,” ujar pensiunan guru yang sudah menetap di Pulau Pramuka sejak 1970 ini.

Namun, warga Pulau Pramuka, sebagai pihak yang menyaksikan dan mendengar langsung saat Ahok menyampaikan sambutannya pada 17 September 2016, mereka menyatakan tak ada satupun ucapan Ahok yang menyinggung, apalagi menodai agama Islam.

“Kami ketawa-ketawa aja kok mendengar Pa Ahok pidato, karena kan dia kalo ngomng emang begitu, sambil humor, jadi kami mendengarnya juga sambi tertawa” ujar salah seorang warga.

Salah satu warga yang saat itu ada disana mendengar Ahok pidato, Sa’adah menilai tak ada satu pun ucapan Ahok yang menyinggung, apalagi menodai agama Islam.

“Orang di sini cuek-cuek aja orang pulau. Kalau dia mau bilangnya kiai-kiai di sini anu-anu, Pak Ahok enggak bakal bisa pulang di sana. Dikepungin sama orang pulau,” ucap Sa’adah.

Seperti Sa’adah, Ketua Masjid Jami Al Makmuriah, Faturrahman (70), diketahui juga hadir dalam acara tersebut. Ia menilai tidak ada yang patut dipermasalahkan dari ucapan Ahok. Karena itu, ia menyatakan, dirinya dan warga Pulau Pramuka lainnya heran kenapa kasusnya itu kini menimbulkan dampak yang besar.

“Lagian Pak Ahok sering membantu nelayan-nelayan. Ya gimana kita mau memusuhi. Kalau masalah agama, kita kan negara Pancasila. Ya enggak bisa musuhin agama lain,” ujar dia.

loading...
SHARE