Kutip Ayat Injil, Panglima TNI: “Mohon Dikoreksi Pak Pendeta, Saya Jangan Di Ahok-kan”

75337
loading...

Panglima TNI memberikan sambutan di acara peringatan Natal dan Tahun Baru MPR-DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (27/1/2017) malam. turut hadir pula Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dalam sambutannya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaku sedih dengan kondisi saat ini di mana ada segelintir orang merasa seolah mereka adalah pendiri negara.

Menurut Gatot, Presiden Joko Widodo sering mengingatkan bahwa pada situasi kompetisi global saat ini, perbedaan justru bisa menjadi sebuah kekuatan untuk menyatukan bangsa.

“Negara Indonesia bukan negara teokrat, bukan negara sekuler tapi Indonesia adalah negara yang agamis. Terbukti kita sekarang sama-sama merayakan Natal. Itulah sumpah leluhur kita, satu nusa satu bangsa satu bahasa. Bukan satu agama,” ujar Gatot.

“Yang menyedihkan sekarang ini, banyak orang yang sok dia membuat negara. Sedangkan pendiri negara kita tidak seperti itu,” sambungnya.

loading...

Ia mengajak seluruh pihak untuk sama-sama menebarkan kasih pada bangsa dan menjunjung tinggi persatuan Indonesia.

Kepada hadirin, Gatot mengatakan, dirinya yakin bahwa umat Kristiani juga akan mendukung persatuan bangsa, sebab hukum utama agama Kristen adalah hukum kasih.

“Saya yakin umat Kristiani adalah umat yang mengutamakan kasih. Karena hukum utamanya adalah hukum kasih. Markus 12 ayat 28-32,” kata Gatot disambut tepuk tangan hadirin.

“Mohon dikoreksi, Pak Pendeta. Asal saya jangan di-Ahok-kan,” sambungnya yang disusul tawa hadirin

loading...
SHARE