Uni Emirat Arab Bela Kebijakan Trump Terkait Imigran 7 Negara Muslim

264
loading...

Kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kontroversi. Namun Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan membela kebijakan Trump mengenai larangan warga dari 7 negara mayoritas muslim, masuk ke AS tersebut.

Menurut diplomat terkemuka Uni Emirat Arab tersebut, pemerintah AS berhak mengambil keputusan berdaulat menyangkut imigrasi.

Pada Jumat, 27 Januari waktu setempat, Trump menandatangani perintah eksekutif mengenai penghentian sementara masuknya warga dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman ke AS selama setidaknya 90 hari. Trump juga memerintahkan penangguhan program penerimaan pengungsi selama empat bulan, dan penangguhan penerimaan pengungsi dari Suriah untuk waktu yang tidak ditentukan.

Ditekankan Sheik Abdullah, sebagian besar negara-negara mayoritas muslim tidak masuk dalam daftar kebijakan Trump tersebut. Dia juga mengingatkan bahwa kebijakan ini hanya bersifat sementara.

“Ini larangan sementara dan akan direvisi dalam tiga bulan, jadi penting agar kita mempertimbangkan poin ini,” ujar pejabat tinggi Uni Emirat Arab tersebut seperti dilansir News.com.au, Kamis (2/2/2017).

loading...

“Sebagian dari negara-negara yang masuk dalam daftar ini adalah negara-negara yang menghadapi masalah struktural. Negara-negara tersebut harus berupaya menyelesaikan masalah dan kondisi ini sebelum mencoba menyelesaikan masalah ini dengan Amerika Serikat,” imbuhnya.

Uni Emirat Arab merupakan salah satu sekutu Arab terdekat AS dan merupakan bagian dari koalisi internasional pimpinan AS dalam memerangi kelompok radikal ISIS.

Kebijakan Trump dalam masalah imigrasi dan pengungsi ini telah mendapat kecaman luas di luar negeri maupun dalam negeri sendiri.

Ketika mengumumkan perintah eksekutif itu, Trump menyinggung tentang serangan teroris 11 September 2001. Tetapi tak seorang pun dari 19 pelaku pembajakan pesawat untuk menyerang Twin Towers di New York berasal dari negara-negara yang warganya dilarang masuk ke AS. Mereka adalah warga negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Lebanon.

Sejumlah pihak menggarisbawahi bahwa daftar negara yang dilarang tidak termasuk negara-negara di mana Presiden Trump mempunyai kepentingan bisnis — seperti Arab Saudi. Namun anggapan itu ditepis oleh pemerintahan Trump yang menegaskan hal itu tak ada hubungannya.

 

Sumber

loading...
SHARE