Canda Tawa Jokowi Dengan WNI Di Sydney, Dari Sepeda Sampai Lebaran Kuda

338
loading...

Presiden Joko Widodo melawat ke Australia dalam rangka kunjungan kenegaraan.

Seusai menuntaskan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Jokowi bertemu warga negara Indonesia yang berdomisili di Australia.

Pertemuan dilangsungkan di Darling Harbour Theatre, Sydney, Minggu (26/2/2017). Gedung tampak penuh.

Acara ini juga disiarkan melalui live streaming Periscope yang ditonton lebih dari 50.000 orang.

Menurut Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema, warga yang hadir dalam acara itu sebanyak 2.500 orang.

loading...

“Dalam sehari saat pendaftaran acara temu masyarakat dibuka, tanggal 21 Februari yang lalu, seluruh kapasitas ruangan ini yang berjumlah 2.500 orang langsung terisi. Ini luar biasa,” kata Nadjib dalam laporannya.

Seusai Nadjib menyampaikan laporannya, giliran Jokowi bicara. Mantan Wali Kota Solo ini mengawalinya dengan canda.

“Yang hadir di sini, berapa tadi? 2.500, mau nonton konser?” tanya Jokowi. Gedung riuh dengan tawa.

“Kayak mau nonton konser saja,” ujar Jokowi.

Hal yang mengejutkan, layaknya kunjungan ke daerah, Jokowi juga bagi-bagi sepeda di Sydney. Gedung lagi-lagi riuh saat Jokowi mengumumkan kuis sepeda.

“Biasanya kalau ke daerah itu, saya selalu memberi kuis (berhadiah) sepeda. Tapi di sini, saya mikir, bawanya seperti apa,” ujar Jokowi. Tawa hadirin pecah.

Jokowi yang berjanji mengirim hadiah dari Jakarta kemudian menunjuk seorang bernama Mika untuk menjawab pertanyaan kuis sepeda.

“Kalau ini pertanyaannya jangan nama ikan, terlalu mudah,” kata Jokowi. Penonton tertawa lagi.

Jokowi meminta Mika untuk menyebutkan tujuh suku yang ada di Indonesia. Mika lalu menyebut Dayak, Baduy, Jawa, Bugis, Batak, dan Sunda.

“Apa lagi?” tanya Jokowi.

“Suku Papua,” Jawab Mika.

“Papua itu banyak ada suku Asmat, banyak sekali. Apa lagi?”

“Pak saya deg-degan, Pak, di depan saya enggak bisa mikir, Pak,” kata Mika. Lagi-lagi tawa riuh seisi gedung.

Namun, akhirnya Mika menjawab suku Betawi sebagai suku ketujuh.

Jokowi kemudian memerintahkan stafnya untuk mencatat nama dan alamat Mika.

“Terima kasih, Pakde,” kata Mika sambil berlalu.

“Saya kirim sepeda nanti,” ujar Jokowi. Penonton lagi-lagi terbahak.

Lebaran kuda

Jokowi kemudian memulai pidato dengan janji tak akan membahas persoalan politik. Ekonomi jadi tema yang dibicarakan.

“Saya enggak mau bicara soal politik. Pusing,” kata dia.

Di depan WNI, Jokowi kembali membanggakan pertumbuhan ekonomi RI pada 2016 yang sebesar 5,02 persen. Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara global berada di peringkat ketiga.

Jokowi juga menggambarkan inflasi yang dari tahun ke tahun menurun.

“Posisi inflasi kita, yang sebelumnya 8,3 persen pada 2015 bisa kita tarik ke 3,35 persen dan 2016 menjadi 3,02 persen. Artinya, pengendalian harga betul-betul bisa kita kontrol dengan baik,” beber Jokowi.

Di samping itu, Jokowi memamerkan pencapaian pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang saat ini sedang digeber.

“Kalau (hanya) tergantung pada APBN, ya sampai kiamat tak akan selesai, padahal rakyat butuh. Provinsi butuh pelabuhan, airport, jalan tol. Kalau kita mengandalkan dari APBN, enggak akan kita miliki sampai… (Jokowi sempat terhenti, terdengar sahutan dari arah penonton, ‘Lebaran kuda’). Saya enggak ngomong itu,” ujar Jokowi. Penonton riuh tertawa.

Presiden juga bicara soal optimisme pembangunan pembangkit listrik 35.000 watt.

Menurut Jokowi, selama 71 tahun merdeka, Indonesia hanya memiliki pembangkit listrik dengan daya 53.000 megawatt. Pemerintahannya saat ini juga sedang mengupayakan pembangunan 35.000 megawatt dalam jangka waktu lima tahun.

“Banyak yang bilang enggak mungkin,” kata Jokowi.

Namun, sambung mantan Gubernur DKI Jakarta ini, jika pada akhirnya hanya tuntas sebesar 25.000 megawatt, itu pun sebuah loncatan yang terbilang luar biasa.

“Saya meyakini di atas itu masih bisa. Ini kita masih punya waktu 2,5 tahun lebih,” tutur Presiden.

loading...
SHARE