Soal Tamasya Almaida, Ini Perintah Tegas Kapolri Kepada Para Kapolda

395
loading...

Tidak boleh ada mobilisasi masa pada 19 April mendatang, di mana akan digelar pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarat 2017 putaran kedua.

Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas.

“Kalau untuk datang ke TPS apalagi dalam jumlah besar, membawa dampak intimidatif secara politis dan psikologis itu sudah kegiatan politik, dan kita akan lakukan tindakan tegas dengan diskresi yang ada,” ujar Kapolri kepada wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Mobilisasi masa itu rencananya akan digelar melalui acara Tamasya Al Maidah, yang dikordinir oleh Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo.

Aksi tersebut digelar untuk mengawal jalannya pencoblosan, agar tidak diwarnai dengan kecurangan.

loading...

Ustaz Sambo seperti yang diberitakan sebelumnya menyebut pihaknya akan memenuhi setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta oleh minima seratus orang, sehingga total untuk sekitar 13 ribu TPS pihaknya akan mengerahkan 1,3 juta orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kapolri mengaku khawatir bila ada pengumpulan orang dalam jumlah banyak di TPS yang bukan merupakan bagian dari penyelenggara resmi Pilkada, maka pemilih di TPS tersebut akan terintimidasi, sehingga proses demokrasi akan terciderai.

“Keberadaan massa yang terlalu besar di satu TPS pasti memberikan kesan intimidatif, baik psikis, paling tidak psikologi, ini tidak boleh,” katanya.

Ia mengapresiasi maklumat yang sudah dikeluarkan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Mochamad Iriawan, untuk melarang mobilisasi masa pada 19 April, dan akan melarang setiap partisipan mobilisasi masa untuk masuk ke Jakarta.

“Saya perintahkan Kapolda di Jawa, Lampung, dan beberapa daerah di Sumatera untuk melarang, mengeluarkan maklumat menindaklanjuti maklumat Kapolda Metro Jaya, mengeluarkan maklumat Kapolda lain melarang. Kalau indikasi massa ke Jakarta dalam rangka pilkada, bukan ibadah,” ujarnya.

loading...
SHARE