Ragam Berita

Pengamat politik Boni Hargens mengajak imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab untuk melakukan diskusi terbuka. Tantangan itu terkait dengan tesis Rizieq yang membahas sejarah Pancasila.

“Tanpa berpretensi menilai kualitas dari karya Bapak, saya tergerak untuk mengadakan debat terbuka dengan Bapak tentang Pancasila dalam kaitannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tulis Boni dalam surat yang disampaikannya ke DPP FPI, seperti yang diterima detikcom, Sabtu (21/1/2017).

Dalam surat itu, Boni menjelaskan niatnya menantang debat menguat seiring dengan komentar Rizieq terhadap pidato Megawati Soekarnoputri. Rizieq merasa keberatan atas pernyataan Ketum PDIP sekaligus Presiden RI ke-5 itu.

“Asumsi dasar saya adalah Bapak mempunyai konsep Pancasila yang lain, berbeda dengan hakikat Pancasila yang sejak awal dijadikan Weltanchauung Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh para founding fathers,” kata Boni dalam surat itu.

Saat dimintai konfirmasi mengenai surat itu, Boni mengaku telah mengantarkannya ke kantor DPP FPI, yang ada di Petamburan, Jakarta Pusat. Namun FPI ataupun Rieziq belum memberi respons.

“Sudah diterima DPP FPI. Staf saya yang antar (suratnya). Belum ada (tanggapan) dari mereka,” ujar Boni saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (21/1).

Sementara itu, belum ada komentar dari FPI terkait dengan tantangan debat terbuka terhadap imam besarnya itu. detikcom sudah berusaha menghubungi jubir FPI Munarman dan Sekjen FPI Sobri, namun belum ada respons.

Rizieq sendiri sempat menyinggung soal tesisnya itu setelah diperiksa di Polda Jawa Barat terkait dengan laporan Sukmawati Soekarnoputri. Rizieq menyebut Sukmawati telah mengkriminalisasi tesisnya.

“Sukmawati gagal paham soal ceramah saya. Ceramah saya diedit dan dipotong dan dilaporkan Sukmawati dengan penistaan Pancasila, ini nggak betul. Sama saja melakukan kriminalisasi tesis ilmiah,” ujar Rizieq di Mapolda Jabar, Kamis (12/1).

Habib Rizieq menjelaskan, dalam karya ilmiah yang dibuat, salah satu babnya memang membahas sejarah Pancasila. Dia mengkritik bahwa Pancasila lahir pada 1 Juni 1945. Padahal Pancasila, menurutnya, lahir pada 22 Juni. Hal itulah yang menjadi kritiknya dalam tesis tersebut.

Selain itu, lanjut dia, dalam tesis yang dibuat, dia menyertakan usulan Soekarno yang sempat memposisikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa di sila terakhir. Saat perumusan, sila itu dinamakan Ketuhanan Berkewajiban menjalankan syariat bagi pemeluknya.

“Ada hal yang diingat, ada redaksi yang diajukan Bung Karno di dalam Pancasila sila Ketuhanan ada di akhir. Sila kelima. Dan ini ditolak oleh ulama dalam sidang BPUPKI. Di sana ada Haji Wahid Hasyim pimpinan NU, ada Agus Salim pimpinan Sarekat Islam. Nah mereka menolak usulan itu soal redaksi itu. Para ulama meminta menaikkan menjadi sila pertama Ketuhanan itu,” papar Rizieq. (elz/fdn/Detik.com)

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi memastikan kunjungan anggota ke Israel tanpa izin. Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI Istibsyaroh diketahui bertemu dengan Presiden Israel Reuven Rivlin.

“Iya benar dan kunjungan beliau tanpa sepengetahuan pimpinan MUI,” kata Zainut kepada merdeka.com, Jumat (20/1).

Kepergian Istibsyaroh, menurut Zainut, telah menyalahi kebijakan organisasi. MUI pun sangat menyesalkan kunjungan tersebut.

“MUI melarang semua pengurusnya untuk berkunjung ke negara Zionis dengan atau tanpa dalih apa pun,” tegasnya.

Menurutnya, MUI sebagai salah satu representasi umat Islam Indonesia berkomitmen mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Hal tersebut sesuai dengan semangat konstitusi, yakni menolak segala macam bentuk penindasan dan penjajahan.

“Israel adalah negara agresor dan penjajah yang selama ini berbuat zalim terhadap rakyat Palestina,” tandasnya.

Seperti diketahui, tujuh delegasi Muslim Indonesia menemui Presiden Israel Reuven Rivlin di kediamannya, Beit HaNassi, Talbiyah, Yerusalem. Kedatangan mereka diprakarsai oleh Australia/Israel & Jewish Affairs Council (AIJAC).

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Rivlin. Para delegasi dan kepala negara Yahudi itu membicarakan hubungan antara Umat Islam dan Yahudi. Dia juga berharap Indonesia bisa membuka kerja sama dan saling berinteraksi di masa mendatang.

“Saya yakinkan kepada Anda bahwa di Yerusalem, kota Tuhan, semua orang bisa beribadah sesuai dengan keyakinannya. Dan Israel akan terus membela hak ini, tidak peduli apapun propaganda anti-Israel tentang hal ini. Selama ini, propaganda yang selama ini muncul untuk memprovokasi dunia Islam terhadap Israel,” kata Rivlin, demikian dikutip dari Times of Israel, Kamis (19/1). [did/Merdeka]

Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, begitu terkejut melihat kedatangan seorang ustaz asal Belitung Timur yang bernama Agung dalam acara bedah buku “A Man Called Ahok”, di Hotel Santika Gajah Mada, Jakarta Barat, Kamis (19/1/2017).

Ahok langsung memeluk Agung yang saat itu mengenakan baju koko berwarna hijau tua tersebut. Pada kesempatan itu, Agung bercerita, ia pernah dibantu berangkat naik haji oleh Ahok yang saat itu menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.

Ketika itu, Agung merupakan seorang guru mengaju dari Gantong, Belitung Timur. “Semua orang Muslim mendambakan naik haji, termasuk saya puluhan tahun ingin naik haji,” kata Agung.

Harapannya untuk beribadah di Mekah itu ia coba wujudkan dengan menabung setiap harinya. Dia menabung di Bank Sumsel sebesar Rp 50.000 setiap hari.

Ia berharap, tabungannya itu suatu saat dapat membawanya naik haji. Ada perasaan malu saat nasabah lain menabung biaya naik haji dengan uang hingga Rp 10 juta.

Sampai-sampai, pihak Bank Sumsel mempertanyakan jumlah setorannya yang hanya Rp 50.000 setiap harinya.

Selang beberapa bulan, Agung kaget karena ada tambahan setoran ke dalam rekeningnya hingga Rp 20 juta. Agung bertanya-tanya dan berdoa memohon petunjuk dalam shalat tahajudnya.

“Suatu ketika ada seorang dari pemda, beliau lah (Ahok) yang menjadi Bupati Belitung Timur pertama kali (yang melalui proses pemilu). Pas beliau ketemu saya, langsung kasih kresek warna hitam, saya yakin ini pasti isinya duit,” kata Agung.

Ternyata, dugaan Agung benar. Ahok memberikan uang sebesar Rp 30 juta di dalam plastik kresek berwarna hitam. Kata Agung, Ahok saat itu menyebut uang tersebut untuk dia menunaikan ibadah haji.

“Subhanallah, terimakasih banyak. Tapi baru ngomong, Pak Ahok minta dikembaliin duitnya yang Rp 20 juta di tabungan. Katanya, ‘Kalau mau tahu, itu duit pribadi saya’,” kata Agung.

Agung menyampaikan, alasan Ahok membantu transfer uang sebesar Rp 20 juta ke rekeningnya itu agar dia tidak terlalu lama menunggu antrean haji bila harus menunggu pelunasannya.

Kemudian, Agung menyetorkan kembali uang Ahok yang ada di rekeningnya. “Ya Allah sebegitu jauhnya (pikiran) seorang Ahok. Saya pegang tangannya dan saya ucapkan terima kasih Pak Ahok, enggak akan saya lupakan ini,” kata Agung. (Kompas.com)

Sekjen DPD FPI DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin, menilai penulisan huruf Arab di bendera merah-putih dengan lambang sepasang pedang di bawahnya tak usah diproses hukum.

Menurut dia, penulisan huruf tersebut sama seperti bendera merah-putih tertera lambang grup band musik asal Amerika Serikat, Metallica.

“Bendera merah-putih saja dicoret Metallica. Ahoker coret-coret bendera merah-putih. Ngapain dipermasalahin,” ujar Novel, kepada wartawan, Kamis (19/1/2017).

Dia menjelaskan, penulisan huruf Arab di bendera merah-putih itu menjadi ramai diperbincangkan karena dipublikasikan di media sosial.

Apabila mau adil, kata dia, aparat kepolisian tak hanya mengusut pencoretan bendera itu, tetapi juga tulisan Metallica di bendera merah-putih.

“Ini menjadi viral karena diviralkan. Polisi langsung bertindak saja. Kalau mau adil, adil sekalian. Saya punya bukti ada bendera tulisan Metallica juga, merah putih dicoret-core itu kan penghinaan lambang negara juga dong. Angkat itu,” katanya.

Aparat kepolisian menelusuri foto bendera merah putih yang ditulisi huruf Arab dengan lambang sepasang pedang di bawahnya.

Bendera itu diduga dibawa saat aksi unjuk rasa massa FPI di depan Mabes Polri, pada Senin (16/1/2017).

Tak ada yang aneh dengan bendera tersebut kecuali huruf-huruf Arab yang tertulis pada bagian warna merah.

Sementara pada bagian warna putih terdapat gambar dua bilah pedang bersilang.

Aparat kepolisian dapat menjerat pidana pelaku yang membawa dan membuat bendera merah-putih ditulisi huruf Arab dengan lambang sepasang pedang di bawahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan perbuatan pelaku itu dikategorikan sebagai perbuatan penghinaan terhadap lambang negara.

Aturan tersebut diatur di Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Video Hot Dua ABG Yang Mesum Sambil Nyanyi Smule Yang Bikin Heboh – Baru-baru ini video smule dua remaja diatas kasur dengan tidak menggunakan busana tengah menjadi heboh di media sosial. Dua remaja laki-laki dan perempuan itu tampaknya merupakan sepasang kekasih yang tengah memadu kasih dan membuat sebua video smule didalam kamar pribadi.

Remaja wanita terlihat hanya menutupi tubuhnya menggunakan selimut berwarna pink. Dan remaja prianya juga terlihat tidak menggunakan busana. Tampak dalam layar, pemilik akun Smule itu bernama Andri RPM21. Mereka menyanyikan lagu berjudul ‘Memori Berkasih’.

Kedua remaja itu berbaring diatas kasur dan rambut remaja perempuannya terurai dan tak mengenakan baju. Tangannya terlihat sesekali memegang dadanya. Ia juga mengenakan headset di telinga kirinya. Pria yang disampingnya juga tampak mengenakan headset sisi satunya lagi.

Wanita itu terlihat seperti sedang flu, karena beberapa kali ia memegang hidung. Dan suaranya pun saat bernyanyi terdengar tidak terlalu jelas. Sesekali pria yang ada di sampingnya memegang hidungnya  karena gemas dan mencium wanita itu. Remaja pria itu kemudian bergantian menyanyi.

Sambil berduet, keduanya tampak sesekali bercanda. Gadis itu menggigit jari telunjuk pria yang ada di sampingnya. Lalu, mereka tertawa.

Tiba-tiba, selimut gadis itu terlihat melorot dan sebelah payudaranya jadi terlihat dan terekam kamera. Namun, mereka terlihat cuek saja. Gadis itu kemudian memegang kepalanya, dan keduanya kembali melanjutkan nyanyiannya sampai selesai.

Berikut Videonya:

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri mengeluarkan surat panggilan untuk calon Wakil Gubernur DKI Sylviana Murni atas pemeriksaan kasus dugaan dana bansos Pemerintah Provinsi DKI 2014 dan 2015.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemanggilan calon Wakil Gubernur DKI nomor urut 1 itu sesuai Nomor: 8/PK-86/I/2017/Tipidkor tanggal 18 Januari 2017 perihal permintaan keterangan dan dokumen yang ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi Polri Brigjen Akhmad Wiyagus.

Dalam surat tersebut diberitahukan kepada Sylviana Murni bahwa Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri saat ini sedang melakukan penyelidikan dalam pengelolaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI di Kwarda Gerakan Pramuka DKI tahun 2014 dan 2015.

Sehubungan dengan hal tersebut, demi kepentingan penyelidikan dimohon Sylvi hadir untuk dimintai keterangan dengan membawa dokumen terkait pada Jumat, 20 Januari 2017 pukul 09.00 WIB di Kantor Dittipikor Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan atau klarifikasi.

Pemanggilan mantan Walikota Jakrta Pusat itu berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.lidik/04/I/2017/Tipidkor tanggal 6 Januari 2017 sesuai Laporan Informasi Nomor: LI/46/XI/2016/Tipidkor tanggal 24 November 2016.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri, Kombes Erwanto Kurniadi saat dikonfirmasi INILAHCOM. “Benar mas,” katanya, Rabu (18/1/2017). [ton/Inilah.com]

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah meminta Facebook untuk turut serta memberantas peredaran hoax atau berita bohong. Rencananya, salah satu petinggi Facebook yang bakal datang khusus untuk membicarakan permintaan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (8/1/2017), Rudiantara mengatakan berniat mengajak para penyedia layanan media sosial, seperti Twitter dan Facebook, untuk aktif mencegah peredaran hoax.

Kala itu, Rudiantara mengatakan telah bertemu dan membahas persoalan hoax dengan Twitter. Sedangkan Facebook baru dihubungi dan berjanji akan segera membicarakan masalah itu dengan Pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, pada Selasa (17/1/2017), saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rudiantara memastikan bahwa pembicaraan dengan Facebook akan terjadi pada akhir Januari nanti.

“Sudah pasti. Akhir bulan, FB (Facebook) datang,” ujar pria yang akrab disapa Chief RA itu.

Sebelumnya diberitakan, pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg yang akan hadir langsung mengikuti pembicaraan ini. Namun, informasi ini belum terkonfirmasi dan KompasTekno masih berusaha mendapatkan pernyataan dari Kemenkominfo.

Rencananya, pembicaraan dengan Facebook akan membahas seputar cara mencegah penayangan berita hoax, serta upaya memotong peredarannya agar tidak menjadi viral. Pemerintah Indonesia juga tengah mempertimbangkan sanksi berupa denda apabila Facebook gagal menyaring berita hoax.

Pertimbangan mengenai sanksi berupa denda itu mirip dengan yang terjadi di Jerman. Menurut Rudiantara, saat ini Pemerintah Jerman tengah menggodok undang-undang (UU) untuk memberlakukan denda pada media sosial yang gagal mencegah peredaran berita bohong.

“Di Jerman itu rencananya baru akan dibuat UU untuk denda yang konon (setara) Rp 7 miliar per hoax,” terangnya.

Bukan Indonesia saja yang menuding Facebook dan Twitter sebagai sarana penyebaran hoax. Di negeri asalnya, Amerika Serikat, kedua media sosial itu pun dituduh turut bertanggung jawab terhadap ramainya berita bohong pada masa kampanye pemilu presiden AS beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Facebook sudah sempat menguraikan empat rencana memerangi hoax di layanan mereka. Begitu juga dengan Twitter yang telah menyiapkan langkahnya sendiri.

Perusahaan internet asing lain yang mendapat sorotan serupa, Google, beberapa waktu lalu menyatakan peredaran berita palsu secara umum di internet masih sulit dikontrol.

Namun, raksasa mesin pencari itu menyatakan telah bekerja sama dengan sejumlah outlet media di Google News agar hasil pencariannya bisa membuahkan berita-berita yang sesuai fakta dan tepercaya.

Willyuddin Abdul Rasyid, saksi pelapor kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, membantah keterangan dari saksi Briptu Ahmad Hamdani dalam persidangan.

Willyudin menyebut dirinya mengatakan kepada Ahmad bahwa kejadian yang dilaporkannya adalah saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

“Kejadian pidato yang saya laporkan di Kepulauan Seribu tanggal 27 September. Saya menjelaskan, tetapi tidak dicatat,” ujar Willyudin dalam persidangan yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (17/1/2017).

Selain itu, Willyudin juga mengoreksi pernyataan Ahmad yang menyebut saat membuat laporan, dia ditemani oleh tiga orang. Menurut Willyudin, saat membuat laporan, dia hanya ditemani seorang rekannya.

“Saya datang hanya berdua karena saya naik motor,” ucap dia.

Willyudin menjelaskan, dia memang menonton video tersebut di rumahnya di Tegallega, Bogor, pada 6 Oktober lalu, bukan pada 6 September 2016 seperti apa yang disampaikan Ahmad.

Ia mengaku, saat pertama kali membuat laporan sempat ditolak. Sebab, kejadian dugaan penodaan agama itu terjadi di Kepulauan Seribu, bukan di Bogor.

Selanjutnya, dia diminta oleh petugas untuk mengonsultasikan laporan itu ke Satuan Reskrim Polresta Bogor. Saat berkonsultasi, Willyudin sempat meminta penyidik agar menerima laporannya.

“Kalau laporan ini tidak diterima, ribuan orang Islam akan datang ke sini. Bukan saya mengancam, tetapi ini amanah dari umat. Saya berharap laporan ini diterima,” kata Willyudin.

Setelah mengatakan hal itu, penyidik menelepon petugas SPKT. Lalu, petugas SPKT mengarahkan dirinya agar kembali membuat laporan.

Willyudin menambahkan, dia sempat beberapa kali mengoreksi laporan yang dibuat Ahmad. Salah satu yang dikoreksi mengenai tanggal kejadian peritiwa itu.

“Saya coret tanggal 6 September itu. Mana mungkin kejadian baru kemarin masa 6 September baru saya laporin. Kata dia (Ahmad) mau benerin lagi, cukup lama juga sampai hampir Isya, saya lihat di monitor benar 6 Oktober. Yang terakhir saya tidak lihat, langsung tanda tangan, saya ber-husnuzon saja,” ujarnya.

 

 

Sumber: Kompas.com

Sebanyak tiga markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) diserang sekelompok orang. Belakangan diketahui penyerangan dilakukan anggota ormas Front Pembela Islam (FPI).

Disinyalir, penyerangan tersebut dilatarbelakangi massa FPI yang terpancing informasi di sejumlah media sosial menyebut adanya salah satu anggotanya yang ditusuk. Penusukkan terjadi saat demo di depan Mapolda Jawa Barat, Kamis (12/1) kemarin terkait pemeriksaan Imam Besar FLI Habib Rizieq.

Tiga markas GMBI yang dirusak yakni, di Kabupaten Ciamis tepatnya di Jalan Otto-Iskandardinata, Dusun Linggamanik, Desa Panyingkiran, kemudian di Tasikmalaya dan terakhir di Bogor.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengungkapkan ada 20 orang diamankan untuk penyerangan markas GMBI di Bogor.

“Ada tiga titik. Tapi pelaku yang sudah teridentifikasi yang Bogor dari FPI yakni 20 orang,” ujar Yusri di Mapolda Jabar, Jumat (13/1).

Yusri menambahkan, peristiwa perusakan markas GMBI di Ciamis dengan pelemparan batu. Alhasil, kaca rumah serta satu sepeda motor rusak parah. “Peristiwa itu terjadi pukul 01.30 Wib, Jumat dini hari,” tuturnya.

Untuk markas GMBI di Ciamis, lanjut Yusri, dilempari batu dan kayu.

“Papan nama sekretariat rusak dan sepeda motor yang terparkir di halaman sekretariat LSM GMBI juga ikut menjadi sasaran yg mengakibatkan kerusakan di bagian bodinya,” kata Yusri.

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, penyerangan dan pembakaran terjadi sekitar pukul 02.51 Wib. Menurut keterangan saksi, anggota FPI yang menyerang berjumlah sekitar 150 orang.

“Pelaku kurang lebih dan ada yang dilihat para saksi 150 orang, dari 150 orang sudah diamankan 20 orang dan sekarang sedang dalam pemeriksaan di Polres Bogor Kabupaten,” kata Rikwanto di Komplek Mabes Polri.

Rikwanto menjelaskan dari pemeriksaan awal diketahui pemicu penyerangan adalah adanya informasi hoax yang menyebut jika salah satu anggota FPI ditusuk oleh GMBI.

“Beredar informasi di medsos yang menyatakan salah satu anggota FPI kena tusuk, kemudian di medsos juga ada penculikan anggota FPI dan lain-lain, jadi banyak berita beredar di medsos dan ini menyulut anggota ormas FPI Bogor sehingga terjadi penyerangan tersebut,” ujar dia.

Atas peristiwa tersebut, satu markas GMBI serta sebuah rumah hangus terbakar. “Akibat penyerangan tersebut, satu rumah terbakar dan satu sekretariat GMBI terbakar ataupun dirusak,” ucap Rikwanto.

Dikatakan Rikwanto, untuk mendalami kasus penyerangan dan pembakaran itu sampai sejauh ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan pelaku. Dia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran hukum polisi tidak akan segan-segan menjerat para pelaku.

“Tentunya kalau ada pelanggaran hukum di situ akan kita proses hukum,” pungkas Rikwanto.

 

 

Sumber

Markas Sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Ciampea, Bogor dibakar sekelompok warga yang tergabung dalam organisasi Front Pembela Islam (FPI), Jumat (13/1) pukul 02.51 WIB, .

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, selain Markas GMBI, ada juga rumah warga yang terbakar.

“Pelaku kurang lebih yang dilihat para saksi 150 orang. Dari 150 orang sudah diamankan, 20 orang sekarang sedang dalam pemeriksaan di Polres Bogor Kabupaten,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Rikwanto menjelaskan, sesaat aksi anarkistis itu terjadi, polisi langsung turun ke lapangan. Di sana, polisi menangkap 20 orang tersebut.

“Saksi yang diambil penyidik di TKP adalah masa ormas FPI,” tambah Rikwanto.

Mengenai pecahnya aksi anarki tersebut, Rikwanto mengaku masih menyelidikinya. Namun berdasarkan pemeriksaan sementara, oknum FPI terprovokasi dengan adanya isu penganiayaan anggotanya di media sosial.

“Dari pemeriksaan awal, kami dapatkan informasi bahwasanya sudah beredar informasi di medsos yang menyatakan salah satu anggota FPI kena tusuk. Kemudian di medsos juga ada penculikan anggota FPI. Jadi banyak berita beredar di medsos dan ini menyulut anggota ormas FPI Bogor sehingga terjadi penyerangan tersebut,” terangnya.

Rikwanto menegaskan bahwa pihaknya masih mengusut kasus ini. Status penyelidikan pun sudah digelar.
Untuk 20 orang saksi dari FPI, diamankan sementara di Mapolres Bogor Kabupaten.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan dan pendalaman. Siapa berbuat apa akan jelas nantinya. Tentunya kalau ada pelanggaran hukum di situ akan kami proses hukum,” tandas Rikwanto. (Mg4/jpnn)