![]() |
Warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel),
kini dapat bernapas lega, setelah banjir yang melanda beberapa wilayah
mulai surut. (Foto: PIJAI/Fokusnusa.com) |
SEKAYU (Fokusnusa.com)
Warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), kini dapat bernapas lega, setelah banjir yang melanda beberapa wilayah mulai surut. Bencana banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada 19.515 kepala keluarga (KK) di enam kecamatan.
Meski demikian, kondisi saat ini terus membaik, dan warga menyambut datangnya Idulfitri 1446 H dengan penuh kebahagiaan.
Bupati Muba H. M. Toha menyampaikan rasa syukur atas kondisi yang mulai normal serta apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras membantu warga terdampak.
“Alhamdulillah, banjir di wilayah kita berangsur surut. Pemerintah Kabupaten Muba bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya memberikan bantuan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan yang layak. Kami mengimbau warga tetap waspada karena musim hujan masih berlangsung,” ujar Bupati Muba, Jumat (28/3/2025).
Berdasarkan laporan BPBD Muba, banjir yang terjadi sejak 10 Maret lalu sempat merendam ribuan rumah dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 2 meter. Hingga Minggu (23/3/2025), beberapa wilayah masih tergenang, namun sebagian besar sudah mengalami penurunan debit air sekitar 10 cm.
Banjir yang paling parah melanda Kecamatan Sekayu, dengan 4.914 KK terdampak dan ratusan warga mengungsi ke Asrama Haji, mess DPRD, serta rumah singgah.
Sementara, Kecamatan Sanga Desa mencatatkan 18 desa/kelurahan terdampak, Kecamatan Babat Toman dengan 10 desa, Kecamatan Lawang Wetan dengan 13 desa, Kecamatan Lais dengan 10 desa, serta Kecamatan Batang Hari Leko dengan 2 desa terdampak.
Meski demikian, kondisi saat ini terus membaik, dan warga menyambut datangnya Idulfitri 1446 H dengan penuh kebahagiaan.
Bupati Muba H. M. Toha menyampaikan rasa syukur atas kondisi yang mulai normal serta apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras membantu warga terdampak.
“Alhamdulillah, banjir di wilayah kita berangsur surut. Pemerintah Kabupaten Muba bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya memberikan bantuan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan yang layak. Kami mengimbau warga tetap waspada karena musim hujan masih berlangsung,” ujar Bupati Muba, Jumat (28/3/2025).
Berdasarkan laporan BPBD Muba, banjir yang terjadi sejak 10 Maret lalu sempat merendam ribuan rumah dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga 2 meter. Hingga Minggu (23/3/2025), beberapa wilayah masih tergenang, namun sebagian besar sudah mengalami penurunan debit air sekitar 10 cm.
Banjir yang paling parah melanda Kecamatan Sekayu, dengan 4.914 KK terdampak dan ratusan warga mengungsi ke Asrama Haji, mess DPRD, serta rumah singgah.
Sementara, Kecamatan Sanga Desa mencatatkan 18 desa/kelurahan terdampak, Kecamatan Babat Toman dengan 10 desa, Kecamatan Lawang Wetan dengan 13 desa, Kecamatan Lais dengan 10 desa, serta Kecamatan Batang Hari Leko dengan 2 desa terdampak.
Dengan kondisi yang terus membaik, warga Muba kini bersiap menyambut
Hari Raya Idulfitri dengan penuh kegembiraan, meski masih dalam proses
pemulihan setelah banjir. (015)